
PAYAKUMBUH — Di era digital, jarak bukan lagi penghalang untuk membaca. Jika dahulu masyarakat harus datang ke perpustakaan untuk mendapatkan buku, kini akses terhadap sumber pengetahuan semakin terbuka melalui teknologi. Cukup dengan perangkat digital, koleksi bacaan dapat dijangkau lebih mudah tanpa dibatasi ruang dan waktu.
Semangat inilah yang mendorong Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh menjalin kolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Payakumbuh dalam membangun platform digital E-Pustaka berbasis aplikasi yang akan segera dihadirkan bagi masyarakat.
Inisiatif ini menjadi salah satu langkah untuk memperluas jangkauan layanan perpustakaan sekaligus menghadirkan pengalaman membaca yang lebih mudah, praktis, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di era digital.
Melalui platform E-Pustaka, masyarakat nantinya dapat mengakses koleksi buku elektronik (e-book), melakukan peminjaman, serta membaca buku secara digital tanpa harus terbatas oleh jarak dan waktu pelayanan perpustakaan.
Kolaborasi kedua perangkat daerah ini juga mencerminkan pentingnya sinergi dalam mendorong transformasi digital pemerintahan. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan berperan dalam pengembangan layanan literasi dan pengelolaan koleksi bahan bacaan, sementara Dinas Komunikasi dan Informatika mendukung aspek teknologi informasi dan pengembangan platform digital.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh, Erwan, menyampaikan bahwa pengembangan E-Pustaka merupakan bagian dari upaya menghadirkan perpustakaan yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan pola akses informasi masyarakat.
“Perpustakaan harus terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Kita tidak ingin layanan perpustakaan hanya menunggu masyarakat datang, tetapi bagaimana perpustakaan juga bisa hadir lebih dekat, menjangkau masyarakat melalui teknologi digital. E-Pustaka menjadi salah satu ikhtiar untuk membuka akses membaca yang lebih luas, mudah, dan inklusif,” ungkapnya.
Menurutnya, kehadiran platform ini bukan untuk menggantikan keberadaan perpustakaan konvensional, melainkan memperkuat dan melengkapi layanan yang sudah ada. Perpustakaan fisik tetap memiliki peran penting sebagai ruang belajar, interaksi, dan kegiatan literasi masyarakat, sementara layanan digital memberikan alternatif akses yang lebih fleksibel.
Ia berharap, pengembangan E-Pustaka nantinya tidak hanya dimanfaatkan sebagai sarana meminjam dan membaca buku secara elektronik, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk menumbuhkan kebiasaan membaca, terutama di kalangan generasi muda yang dekat dengan teknologi.
“Kami berharap masyarakat Kota Payakumbuh semakin mudah mendapatkan bahan bacaan dan semakin terbiasa menjadikan membaca sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Teknologi harus dimanfaatkan untuk mendekatkan masyarakat dengan ilmu pengetahuan, bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman. Dengan ini yang ingin kita bangun adalah masyarakat yang gemar membaca, memiliki wawasan luas, kreatif, dan mampu memanfaatkan informasi secara bijak,” tambahnya.
Lebih dari sekadar menghadirkan aplikasi, pengembangan E-Pustaka merupakan upaya mendekatkan perpustakaan dengan masyarakat, khususnya generasi muda yang semakin akrab dengan penggunaan gawai dan teknologi digital.
Perpustakaan tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi juga sebagai ruang belajar yang terus berkembang, terbuka, dan mampu mengikuti perubahan zaman.
Sebab, di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan membaca, memahami, dan mengolah informasi menjadi bekal penting bagi masyarakat untuk menghadapi berbagai tantangan masa depan.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Pemerintah Kota Payakumbuh terus berupaya untuk segera menghadirkan layanan publik yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat melalui platform E-Pustaka.
Dari perpustakaan menuju ruang digital, dari kemudahan akses menuju tumbuhnya budaya membaca. Bersama, kita wujudkan masyarakat Kota Payakumbuh yang cerdas, kreatif, dan literat di era digital. (Syafrianto.I)

0 Komentar