Payakumbuh — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh terus mendorong percepatan transformasi digital pemerintahan melalui penguatan tata kelola kearsipan berbasis elektronik. Upaya tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Kearsipan melalui Aplikasi SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi) bagi jajaran aparatur Dinas Pertanian Kota Payakumbuh, Rabu (02/09/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Pertanian Kota Payakumbuh tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh, Erwan, bersama Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh, Nila Misna.

Kegiatan tersebut turut didampingi Sekretaris Dinas Pertanian Kota Payakumbuh, Ipendi, serta Kepala Bidang Kearsipan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

Kegiatan bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi aparatur dalam penerapan tata kelola kearsipan dinamis berbasis elektronik, sekaligus memperkuat pemahaman terhadap pengelolaan persuratan dan arsip secara tertib, efektif, efisien, terintegrasi, dan sesuai dengan ketentuan kearsipan yang berlaku.

Dalam pembukaan kegiatan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh, Erwan, menekankan bahwa penerapan SRIKANDI merupakan bagian dari proses transformasi digital pemerintahan yang tidak hanya berorientasi pada penggunaan teknologi, tetapi juga pada pembenahan tata kelola administrasi dan kearsipan.

“Implementasi SRIKANDI bukan sekadar memindahkan proses persuratan dari bentuk konvensional ke elektronik. Lebih dari itu, SRIKANDI merupakan instrumen untuk membangun tata kelola kearsipan yang tertib, efektif, efisien, terintegrasi, dan akuntabel,” ujar Erwan.

Menurutnya, keberhasilan penerapan SRIKANDI sangat ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia di masing-masing perangkat daerah. Karena itu, pembinaan secara berkelanjutan diperlukan agar setiap aparatur memahami tidak hanya aspek teknis penggunaan aplikasi, tetapi juga substansi dan kaidah pengelolaan arsip dinamis.

“Yang kita bangun adalah budaya kerja digital. Aparatur harus memahami bagaimana menciptakan, menggunakan, memelihara, dan menyusutkan arsip secara benar. Dengan demikian, teknologi yang digunakan benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh, Nila Misna, menyampaikan apresiasi atas pembinaan yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Menurutnya, penerapan SRIKANDI menjadi kebutuhan penting dalam mendukung tertib administrasi dan mempercepat proses kerja di lingkungan perangkat daerah.

Ia berharap melalui kegiatan tersebut jajaran Dinas Pertanian dapat semakin memahami tata kelola persuratan dan kearsipan berbasis elektronik serta mampu menerapkannya secara konsisten dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Bimtek juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Payakumbuh dalam memperkuat implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Melalui penerapan SRIKANDI, proses pengelolaan arsip dinamis dan persuratan dapat dilakukan secara elektronik dan terintegrasi, sehingga mendukung efisiensi birokrasi sekaligus meningkatkan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan.

Pengelolaan arsip melalui SRIKANDI mencakup tahapan penciptaan, penggunaan, pemeliharaan hingga penyusutan arsip. Dengan sistem digital tersebut, arsip dapat dikelola secara lebih terstruktur, mudah ditelusuri, terdokumentasi, dan mendukung keamanan serta ketersediaan informasi sebagai bukti akuntabilitas pelaksanaan tugas pemerintahan.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh akan terus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada perangkat daerah dalam rangka memperkuat implementasi SRIKANDI.

Kolaborasi antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan selaku pembina kearsipan dengan seluruh perangkat daerah menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola kearsipan digital yang konsisten dan berkelanjutan.

Dengan semakin optimalnya penerapan SRIKANDI, diharapkan transformasi digital kearsipan di lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh dapat berjalan semakin baik dan memberikan kontribusi nyata terhadap terwujudnya pemerintahan yang modern, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. (Syafrianto,I)


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *