
Payakumbuh, (20/8/2026) — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh mengikuti verifikasi Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 bersama Tim Pembahasan Pemerintah Kota Payakumbuh.
Kegiatan verifikasi berlangsung di Aula Lantai 3 Balai Kota Payakumbuh dan dipimpin langsung oleh ketua Tim (Tim 5) Elfriza Zaharman, Cece. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh, Erwan, bersama seluruh pejabat struktural dan fungsional terkait.
Tahapan Verifikasi ini menjadi bagian penting dalam proses pembahasan APBD Perubahan 2026, khususnya untuk memastikan setiap rencana belanja yang diusulkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan organisasi, memiliki manfaat yang jelas, serta mendukung pencapaian target pelayanan publik.
Dalam pembahasan tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menyampaikan sejumlah kebutuhan prioritas yang berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas pelayanan publik. Di antaranya penguatan fasilitas ruang audio visual, aula pertemuan, serta peningkatan sarana dan prasarana layanan di bidang perpustakaan dan kearsipan.
Ketua Tim Pembahasan (Tim 5), Elfriza Zaharman, Cece, dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan sejumlah catatan penting kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Catatan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan dalam penyusunan program maupun pelaksanaan kegiatan ke depan.
Ia menekankan agar setiap usulan anggaran benar-benar didasarkan pada kebutuhan prioritas, memiliki indikator dan target yang jelas, serta dapat memberikan dampak yang terukur terhadap peningkatan pelayanan masyarakat.
Selain itu, pelaksanaan program juga diharapkan terus dievaluasi sehingga anggaran yang dialokasikan dapat dimanfaatkan secara efektif, efisien, dan memberikan hasil yang optimal.
“Catatan-catatan yang kami sampaikan ini diharapkan menjadi masukan untuk perbaikan ke depan. Yang paling penting adalah bagaimana setiap program yang direncanakan benar-benar menjawab kebutuhan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Elfriza.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh, Erwan, menyampaikan optimismenya bahwa penganggaran dalam APBD Perubahan tetap dapat diarahkan pada kebutuhan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kita optimis belanja pada APBD Perubahan ini tetap memprioritaskan kebutuhan pelayanan publik. Yang kita dorong bukan sekadar penambahan fasilitas, tetapi bagaimana fasilitas tersebut benar-benar memberikan manfaat dan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” ujar Erwan.
Menurutnya, perpustakaan dan kearsipan memiliki peran yang semakin strategis di tengah perkembangan kebutuhan masyarakat terhadap informasi, pengetahuan, teknologi, dan dokumentasi sejarah daerah.
Karena itu, peningkatan fasilitas ruang audio visual dan aula diharapkan dapat mendukung berbagai kegiatan edukasi, literasi, diskusi, pelatihan, serta kegiatan publik lainnya.
Sementara penguatan layanan perpustakaan dan kearsipan diarahkan untuk menghadirkan pelayanan yang semakin mudah, nyaman, modern, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Erwan juga menegaskan bahwa pembangunan sektor perpustakaan dan kearsipan tidak hanya berbicara mengenai gedung maupun koleksi, tetapi juga bagaimana institusi tersebut mampu menjadi ruang tumbuhnya pengetahuan dan literasi sekaligus tempat masyarakat mengenal dan memahami sejarah daerahnya.
“Kita berharap ke depan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh dapat semakin kuat sebagai pusat literasi sekaligus pusat jejak sejarah daerah. Perpustakaan menjadi tempat masyarakat belajar dan berkembang, sementara kearsipan menjadi penjaga memori dan bukti perjalanan pembangunan Kota Payakumbuh,” katanya.
Melalui verifikasi RKA APBD Perubahan ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan berkomitmen menindaklanjuti berbagai catatan dan masukan Tim Pembahasan serta memastikan setiap program dan anggaran yang direncanakan memiliki orientasi yang jelas terhadap peningkatan kualitas pelayanan.
Dengan dukungan kebijakan, perencanaan, dan penganggaran yang tepat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan diharapkan semakin mampu menghadirkan layanan publik yang berkualitas sekaligus memperkuat budaya literasi dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya arsip sebagai bagian dari identitas dan sejarah Kota Payakumbuh. (Syafrianto,I)


0 Komentar