
PAYAKUMBUH – Festival Literasi Kota Payakumbuh Tahun 2026 tidak hanya menjadi ruang untuk merayakan buku, membaca, dan kreativitas, tetapi juga momentum memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang berkontribusi dalam menghidupkan budaya literasi.
Dalam rangkaian kegiatan festival tersebut, Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan memberikan penghargaan kepada pemustaka terbaik, lembaga paling aktif berkegiatan di perpustakaan, serta mitra kerja teraktif. Serta penghargaan bagi pegiat literasi yang telah mewakafkan bukunya ke Perpustakaan Daerah Kota Payakumbuh.
Tiga entitas yang dinilai berkontribusi aktif dalam kehadiran sebagai pemustaka dan juga berkontribusi dalam penguatan budaya membaca serta literasi daerah. Penyerahan penghargaan berlangsung dalam rangkaian Festival Literasi Kota Payakumbuh Tahun 2026 di halaman gedung Perpustakaan Umum Daerah Kota Payakumbuh, Bukik Sibaluik, Selasa (13/10/2026).
Penghargaan diberikan kepada Feni Efendi, penulis dan penggiat literasi lokal sebagai Pemustaka Terbaik, Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka 0314 Kota Payakumbuh sebagai Lembaga yang Paling Aktif Berkegiatan di Perpustakaan, serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebagai Mitra Kerja Teraktif.
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas peran dan kontribusi dalam mendukung perpustakaan sebagai ruang belajar, berinteraksi, dan bertumbuh bersama. Feni Efendi diapresiasi atas keterlibatannya sebagai pemustaka, sementara Pramuka dinilai memiliki peran dalam menghidupkan kegiatan di perpustakaan. Dinas Kominfo juga mendapat apresiasi atas kemitraan dalam mendukung pengembangan layanan dan kegiatan literasi.
Pemberian penghargaan tersebut menegaskan bahwa membangun budaya literasi bukan hanya tugas perpustakaan, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat dan lembaga. Pemustaka yang aktif, komunitas yang berkegiatan, serta mitra yang berkolaborasi merupakan bagian penting dalam menjadikan perpustakaan sebagai ruang publik yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Selain itu juga pemberian penghargaan bagi pegiat literasi yang telah mewakafkan bukunya ke Perpustakaan Daerah, festival ini juga diisi dengan penyerahan simbolis wakaf buku dari para pegiat literasi, yakni Nalfira, Edvidel Arda, Nova, dan Fipi Adriani.
Wakaf buku tersebut menjadi wujud kepedulian terhadap pengembangan koleksi bacaan sekaligus dukungan nyata bagi tumbuhnya budaya membaca di Kota Payakumbuh.
Wakaf buku bukan sekadar menyerahkan bahan bacaan, tetapi juga berbagi kesempatan kepada lebih banyak orang untuk memperoleh pengetahuan, memperluas wawasan, dan menemukan inspirasi. Setiap buku yang diwakafkan berpotensi membuka jalan bagi lahirnya gagasan baru dan menumbuhkan kecintaan membaca, terutama bagi generasi muda.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh Erwan menjelaskan, Festival Literasi 2026 merupakan bagian dari Pekan Literasi Daerah yang diisi dengan pameran produk literasi, bedah buku, bazar, dan gelar wicara (talkshow).
“Pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah atas komitmen lintas sektor, baik unsur birokrasi, organisasi kepemudaan, maupun pegiat literasi independen dalam mendukung perpustakaan dan merawat ekosistem literasi yang berkelanjutan di Kota Payakumbuh,” kata Erwan.
Penulis dan pegiat literasi lokal, Feni Efendi, selaku salah satu penerima penghargaan, mengapresiasi langkah konsisten Pemko Payakumbuh dalam memberikan ruang ekspresi serta fasilitas bagi para penulis dan peneliti daerah sebagai Pemustaka Terbaik.
“Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa mendukung perpustakaan dengan jalan mengunjunginya, menelaah buku-buku koleksinya, merupakan langkah-langka kerja menuju jalan pengarsipan dan penulisan sejarah lokal untuk diterbitkan, Adapun penerbitan buku bukan sekadar aktivitas akademis atau bisnis semata, melainkan bagian dari upaya memberdayakan masyarakat melalui pengetahuan.
Sinergi antara pemerintah, komunitas, dan penulis sangat krusial agar karya-karya daerah dapat terus diarsipkan, dibukukan, dan dirasakan manfaatnya oleh generasi mendatang. Dan Perpustakaan Payakumbuh berjalan ke arah tersebut,” ujar Feni Efendi.
Melalui pemberian penghargaan dan wakaf buku ini, festival literasi menegaskan pentingnya kolaborasi dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan. Apresiasi menguatkan semangat untuk terus berkontribusi, sementara wakaf buku membuka akses pengetahuan bagi lebih banyak orang.
Pelaksanaan Festival Literasi 2026 ini diharapkan menjadi stimulan bagi peningkatan indeks pembangunan literasi serta memperkuat daya dukung perpustakaan daerah sebagai pusat informasi dan pembelajaran berbasis masyarakat.
Sebab, budaya literasi tidak tumbuh dari satu kegiatan atau satu pihak saja. Ia tumbuh dari kebiasaan membaca, kepedulian untuk berbagi, dan kolaborasi yang terus dijaga agar manfaat perpustakaan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. (Syafrianto,I)


0 Komentar