
PAYAKUMBUH – Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat budaya literasi sebagai fondasi membangun masyarakat yang cerdas, kritis, dan kreatif di tengah derasnya arus informasi digital. Melalui Festival Literasi Kota Payakumbuh Tahun 2026, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan mengajak masyarakat menjadikan membaca, belajar, dan berkarya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Festival Literasi yang mengusung tema “Buku Gerakan Kreasi, Literasi Nyalakan Generasi” tersebut resmi dibuka pada Selasa (13/10/2026) dan berlangsung selama dua hari, hingga Rabu (14/10/2026), di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh.
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta, melalui sambutan tertulis yang disampaikan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Nofriwandi, menegaskan bahwa perpustakaan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama di tengah perkembangan teknologi dan derasnya pertukaran informasi.
“Perpustakaan bukan hanya tempat menyimpan dan meminjam buku. Perpustakaan adalah ruang untuk belajar, bertumbuh, berdiskusi, berkarya, dan membangun masa depan,” demikian pesan Wali Kota dalam sambutan tersebut.
Menurutnya, literasi tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis. Lebih dari itu, literasi mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, memilah informasi yang benar, berkomunikasi, serta memanfaatkan pengetahuan untuk menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan.
Karena itu, penguatan literasi perlu menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, keluarga, sekolah, komunitas, dan seluruh lapisan masyarakat.
Di tengah maraknya informasi yang beredar melalui media sosial, masyarakat dituntut semakin cermat dalam menerima dan menyebarkan informasi. Kemampuan menyaring informasi secara bijak menjadi penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh kabar yang keliru serta mampu memanfaatkan teknologi untuk kegiatan yang produktif.
Wali Kota juga mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap perpustakaan. Fasilitas tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi pelajar, pustakawan, atau mereka yang gemar membaca, tetapi terbuka bagi siapa saja yang ingin menambah pengetahuan dan mengembangkan kemampuan diri.
Secara khusus, ia mendorong generasi muda Kota Payakumbuh agar memanfaatkan perpustakaan sebagai ruang positif untuk mengembangkan kreativitas, mengikuti pelatihan, berdiskusi, mempelajari keterampilan baru, hingga menghasilkan karya yang bermanfaat.
“Jangan biarkan waktu muda hanya dihabiskan di dunia maya. Mari hadir di perpustakaan, membaca, berdiskusi, mengikuti pelatihan, membuat konten yang positif, mengembangkan kreativitas, belajar keterampilan baru, dan membangun komunitas,” pesannya.
Ia meyakini, keterlibatan aktif generasi muda akan menjadikan perpustakaan sebagai salah satu pusat lahirnya gagasan baru, inovasi, dan karya yang mendukung kemajuan Kota Payakumbuh.
Selain itu, para orang tua juga diharapkan membiasakan anak-anak berkunjung ke perpustakaan sejak dini. Dengan demikian, minat baca dan kebiasaan belajar dapat tumbuh sejak masa kanak-kanak dan berkembang menjadi budaya di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Sebagai puncak dari rangkaian kegiatan literasi yang telah berlangsung sejak Maret 2026, festival ini menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan apresiatif yang melibatkan pegiat literasi, sekolah, komunitas, serta masyarakat umum.
Sejumlah agenda yang mewarnai festival tersebut antara lain peluncuran buku, bedah buku, penyerahan penghargaan dan hadiah, serta pameran stan literasi dari berbagai sekolah, OPD, lembaga dan komunitas. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang pertemuan bagi para pegiat literasi untuk berbagi gagasan, memperkenalkan karya, dan memperluas jejaring.
Dalam kesempatan itu, juga dilakukan penyerahan 127 eksemplar buku karya pegiat literasi lokal yang terdiri atas 47 judul. Penyerahan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan karya penulis lokal sekaligus memperkaya bahan bacaan bagi masyarakat.
Selain itu, terdapat penyerahan Dana Alokasi Khusus Nonfisik (DAK NF) sebesar Rp400 juta dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh. Dukungan tersebut diharapkan memperkuat pelaksanaan program perpustakaan dan pengembangan budaya literasi di daerah.
Festival Literasi ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat layanan perpustakaan serta berbagai kegiatan yang dapat mendukung peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Payakumbuh berharap gerakan literasi tidak berhenti pada penyelenggaraan festival, tetapi terus tumbuh melalui aktivitas membaca, diskusi, apresiasi karya, dan pemanfaatan informasi secara bertanggung jawab.
Kegiatan pembukaan turut dihadiri Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat, Jumaidi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Organisasi Perangkat daerah (OPD) dan perwakilan sekolah se-Kota Payakumbuh, pegiat literasi, serta masyarakat umum.
Pemerintah Kota Payakumbuh mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan momentum Festival Literasi 2026 dengan mengunjungi perpustakaan, memperluas wawasan, dan mendukung lahirnya karya-karya baru.
Mari datang ke perpustakaan, tingkatkan literasi, cerdas mengolah informasi, dan bersama-sama nyalakan generasi Payakumbuh yang gemar membaca serta produktif berkarya. “Buku Gerakan Kreasi, Literasi Nyalakan Generasi” (Syafrianto,I)




0 Komentar