
PAYAKUMBUH – Kehadiran UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta turut menambah semarak Festival Literasi Kota Payakumbuh Tahun 2026. Melalui stan pameran yang dihadirkan dalam festival, UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta memperkenalkan produk dan layanan kepada pengunjung sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan budaya literasi di tengah masyarakat.
Stan pameran tersebut menjadi ruang bagi pengunjung untuk mengenal lebih dekat produk yang ditampilkan serta memperoleh informasi mengenai peran dan layanan perpustakaan. Partisipasi ini juga memperlihatkan bahwa perpustakaan bukan sekadar tempat membaca dan meminjam buku, melainkan pusat pengetahuan, sumber informasi, dan ruang belajar sepanjang hayat.
Kepala UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, Leksi Hedrifa, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam Festival Literasi Kota Payakumbuh merupakan kesempatan untuk memperkenalkan potensi perpustakaan sekaligus menjalin hubungan yang lebih erat dengan masyarakat dan sesama pegiat literasi.
“Melalui festival ini, kami ingin memperkenalkan lebih dekat produk dan layanan yang dimiliki UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta. Kami berharap partisipasi ini dapat memperluas kolaborasi antarlembaga perpustakaan serta mendorong masyarakat untuk semakin mencintai buku dan menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Partisipasi UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta juga memperkuat pesan bahwa pengembangan literasi membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Pertemuan antarlembaga, komunitas, dan pegiat literasi dalam festival menjadi kesempatan untuk saling berbagi pengalaman, memperkenalkan inovasi, dan memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan.
Leksi Hedrifa menambahkan bahwa kehadiran UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta dalam Festival Literasi Kota Payakumbuh merupakan bentuk keterwakilan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI). Hal ini sejalan dengan kedudukan Perpustakaan Proklamator Bung Hatta di Bukittinggi sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Perpusnas RI, yang turut berperan dalam mendukung penguatan budaya literasi dan pengembangan minat baca masyarakat.
Leksi Hedrifa berharap ke depannya Perpusda Kota Payakumbuh semakin maju dan aktif menghadirkan berbagai kegiatan yang mampu meningkatkan literasi masyarakat. Ia juga berharap seluruh sarana dan prasarana yang telah tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal, disertai dengan penguatan kerja sama bersama komunitas literasi di Kota Payakumbuh, perpustakaan dan dinas terkait di kabupaten/kota lainnya, serta terus bersinergi dengan UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta.
Menurutnya, kolaborasi yang berkelanjutan menjadi salah satu kunci untuk menghadirkan layanan perpustakaan yang semakin inovatif, inklusif, dan dekat dengan masyarakat, sekaligus menumbuhkan budaya literasi yang kuat bagi generasi masa kini dan mendatang.
Partisipasi UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta juga memperkuat pesan bahwa pengembangan literasi membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Pertemuan antarlembaga, komunitas, dan pegiat literasi dalam festival menjadi kesempatan untuk saling berbagi pengalaman, memperkenalkan inovasi, dan memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh, Erwan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta atas partisipasi dan dukungannya dalam menyukseskan Festival Literasi Kota Payakumbuh Tahun 2026.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta yang telah ikut memeriahkan festival ini. Kehadiran dan partisipasi berbagai lembaga menjadi bukti bahwa membangun budaya literasi membutuhkan kolaborasi dan komitmen bersama. Semoga sinergi ini terus terjalin untuk memperluas manfaat perpustakaan dan meningkatkan minat baca masyarakat,” ungkapnya.
Sebab, ketika perpustakaan saling terhubung dan bergerak bersama, literasi tidak berhenti di rak buku, tetapi tumbuh menjadi gerakan yang membuka wawasan, menyalakan kreativitas, dan menginspirasi generasi masa depan. “Ketika Perpustakaan Bergerak Bersama, Literasi Tumbuh Melampaui Batas”. (Syafrianto,I)


0 Komentar