PAYAKUMBUH – Tepuk tangan dan apresiasi mengiringi penampilan Imansyah Aditya Fidri, penyandang disabilitas yang menunjukkan bakatnya di hadapan pengunjung Festival Literasi Kota Payakumbuh Tahun 2026 di Perpustakaan Daerah Kota Payakumbuh, Bukik Sibaluik, Jalan Soekarno-Hatta, Selasa (13/10/2026).

Di tengah semarak festival, Aditya hadir membawa lebih dari sekadar sebuah penampilan. Ia menghadirkan pesan tentang keberanian, penerimaan, dan kesempatan. Bahwa setiap orang memiliki potensi, bakat, dan cara tersendiri untuk mengekspresikan diri. Perbedaan bukan alasan untuk membatasi seseorang dalam berkarya dan mengejar impian.

Penampilan Aditya menjadi salah satu momen bermakna dalam festival yang berlangsung pada 13–14 Oktober 2026 tersebut. Kehadirannya mengingatkan pengunjung bahwa setiap individu berhak mendapatkan ruang untuk tampil, mengembangkan kemampuan, dan memperoleh apresiasi atas karya yang ditunjukkannya.

Pertunjukan tari dari penyandang disabilitas turut menambah warna panggung Festival Literasi. Gerak dan ekspresi yang ditampilkan menjadi pengingat bahwa seni dan literasi dapat menjadi ruang bagi setiap orang untuk mengekspresikan diri, membangun kepercayaan diri, serta memperoleh apresiasi yang setara.

Kehadiran mereka juga menegaskan pentingnya menjadikan perpustakaan sebagai ruang publik yang inklusif, ramah, dan terbuka bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas. Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca dan mencari informasi, tetapi juga ruang interaksi, kreativitas, dan pengembangan potensi tanpa diskriminasi.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh, Erwan, menegaskan bahwa pihaknya mendukung terwujudnya perpustakaan yang inklusif, ramah, dan terbuka bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas.

Menurutnya, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca dan memperoleh informasi, tetapi juga harus memberikan ruang bagi setiap individu untuk mengembangkan bakat, menunjukkan kemampuan, dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan literasi.

“Setiap anak memiliki potensi dan keistimewaannya masing-masing. Tugas kita adalah memberikan ruang, kesempatan, dan dukungan agar mereka dapat tumbuh, berkarya, serta menunjukkan kemampuan terbaiknya. Perpustakaan harus menjadi rumah bagi semua, tanpa terkecuali,” demikian pesan yang dapat disampaikan Kepala Dinas dalam semangat kegiatan tersebut.

Dukungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh terhadap kegiatan inklusif ini merupakan bagian dari upaya membangun layanan perpustakaan yang tidak membedakan latar belakang maupun kondisi fisik seseorang. Beragam kegiatan edukatif dan kreatif dihadirkan untuk memperluas partisipasi masyarakat sekaligus menumbuhkan budaya literasi yang inklusif.

Melalui kegiatan literasi, pertunjukan bakat, dan ruang interaksi yang setara, perpustakaan diharapkan mampu mendorong tumbuhnya rasa percaya diri serta memperkuat penerimaan masyarakat terhadap penyandang disabilitas.

Kehadiran Imansyah Aditya Fidri dan pertunjukan tari dari penyandang disabilitas di panggung festival membawa pesan sederhana namun mendalam, setiap orang berhak mendapatkan kesempatan untuk bersinar. Ketika ruang diberikan dan kesempatan dibuka, potensi dapat tumbuh, kepercayaan diri berkembang, dan masyarakat belajar melihat seseorang bukan semata-mata dari keterbatasannya, melainkan dari kemampuan serta karya yang dimilikinya.

Sebab, perpustakaan yang sesungguhnya bukan hanya membuka pintu bagi siapa saja untuk membaca, tetapi juga membuka ruang bagi setiap orang untuk bermimpi, berkarya, dan diterima. Melalui penampilan Aditya Fidri, Festival Literasi Kota Payakumbuh menegaskan komitmen untuk menjadikan literasi sebagai ruang bersama, tempat setiap individu dihargai dan tidak seorang pun ditinggalkan. (Syafrianto,I)


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *