
PAYAKUMBUH – Halaman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh pecah, gelak tawa, sorak sorai, dan suara riuh ribuan anak memenuhi halaman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh. Wajah-wajah penuh rasa ingin tahu tertuju pada Kak Dedew yang tampil ekspresif membawakan cerita. Anak-anak tertawa lepas, menjawab pertanyaan, hingga menirukan suara tokoh dalam dongeng.
Suasana semakin meriah saat pembagian doorprize menambah kejutan dan kegembiraan peserta. Kemeriahan ini mewarnai kegiatan mendongeng bertajuk “Setiap Hari Satu Cerita, Setiap Anak Satu Impian” dalam rangka Festival Literasi Kota Payakumbuh Tahun 2026, Rabu (14/10/2026).
Dengan gaya bercerita yang atraktif, interaktif, dan penuh ekspresi, Kak Dedew sukses mengubah halaman kantor menjadi panggung imajinasi yang hidup. Anak-anak tidak sekadar menjadi penonton, tetapi ikut terlibat dalam cerita. Tangan-tangan kecil terangkat menjawab pertanyaan, suara mereka bersahutan mengikuti alur dongeng, sementara tawa dan tepuk tangan mengiringi setiap adegan yang mengundang kegembiraan.
Keceriaan semakin terasa ketika panitia membagikan doorprize kepada peserta. Momen tersebut disambut antusias oleh anak-anak yang menantikan kejutan, menciptakan suasana penuh semangat dan kebersamaan. Perpaduan dongeng interaktif dan pembagian hadiah menjadikan kegiatan ini bukan hanya menghibur, tetapi juga menghadirkan pengalaman literasi yang menyenangkan bagi anak-anak.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh, Erwan, melalui penyelenggaraan festival literasi ini mendorong hadirnya kegiatan literasi yang kreatif, edukatif, dan dekat dengan dunia anak. Berbagai kegiatan dirancang untuk memperluas keterlibatan anak-anak, keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membangun budaya membaca.
Mendongeng bukan sekadar hiburan. Di balik setiap cerita, terdapat kesempatan untuk memperkaya kosakata, melatih kemampuan menyimak, mengembangkan imajinasi, dan menanamkan nilai-nilai karakter. Cerita juga membuka ruang bagi anak-anak untuk mengenali berbagai kemungkinan, berani bermimpi, dan percaya pada potensi diri.
Festival Literasi Kota Payakumbuh 2026 mengusung tema “Buku Gerakan Kreasi, Literasi Nyalakan Generasi.” Beragam kegiatan edukatif dan kreatif dihadirkan untuk menegaskan bahwa literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, melainkan juga tentang belajar, berkreasi, berkomunikasi, dan mengembangkan potensi diri.
Antusiasme ribuan anak dalam kegiatan mendongeng bersama Kak Dedew menjadi gambaran bahwa budaya literasi dapat tumbuh melalui pendekatan yang menggembirakan dan berkesan. Ditambah pembagian doorprize yang menghadirkan kejutan bagi peserta, kegiatan ini meninggalkan pengalaman menyenangkan sekaligus mempererat kedekatan anak-anak dengan dunia cerita dan buku.
Setiap Hari Satu Cerita, Setiap Anak Satu Impian. Dari halaman Festival Literasi Kota Payakumbuh, semangat membaca dinyalakan, imajinasi diterbangkan, dan mimpi generasi masa depan mulai ditumbuhkan. (Syafrianto,I)



0 Komentar