Payakumbuh (30/06/2026) – Upaya mempercepat transformasi digital pemerintahan terus dilakukan Pemerintah Kota Payakumbuh. Salah satunya melalui penguatan kompetensi aparatur dalam pengelolaan arsip dinamis secara elektronik melalui Aplikasi SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi).

Dalam rangka mendukung penerapan SRIKANDI secara penuh di lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggunaan Aplikasi SRIKANDI bagi aparatur Kecamatan Lamposi Tigo Nagori, lurah, serta staf kelurahan. Kegiatan berlangsung di Aula Kecamatan Lamposi Tigo Nagori, Selasa (30/6/2026).

Bimtek ini merupakan bagian dari program pembinaan kearsipan sekaligus upaya meningkatkan kesiapan sumber daya manusia dalam menerapkan tata kelola persuratan dan arsip secara elektronik. Peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai fungsi dan manfaat SRIKANDI, tetapi juga pendampingan dalam penggunaan aplikasi untuk mendukung pelaksanaan tugas kedinasan sehari-hari.

Penerapan SRIKANDI di lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh merupakan tindak lanjut Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor B/17/M.HK.99/2026 tanggal 28 April 2026 tentang Dukungan Pengelolaan Arsip Program Prioritas Nasional serta Surat Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Nomor 000.5.8/5/Arsip-DPK/2026 tanggal 23 Juni 2026 tentang Penerapan Aplikasi SRIKANDI.

Melalui kebijakan tersebut, Pemerintah Kota Payakumbuh menetapkan penerapan Aplikasi SRIKANDI secara penuh mulai 1 Juli 2026.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh, Erwan, menegaskan bahwa keberhasilan penerapan SRIKANDI sangat bergantung pada kesiapan aparatur sebagai pengguna.

“SRIKANDI bukan sekadar aplikasi untuk membuat dan mengirim surat. Di dalamnya terdapat proses tata kelola administrasi dan kearsipan yang harus dilaksanakan secara tertib. Karena itu, peningkatan kapasitas aparatur menjadi sangat penting agar penerapan SRIKANDI benar-benar memberikan manfaat bagi organisasi,” ujar Erwan.

Menurutnya, transformasi digital harus diikuti dengan perubahan pola kerja. Pengelolaan surat dan arsip yang sebelumnya dilakukan secara konvensional secara bertahap diarahkan menjadi proses digital yang lebih cepat, terdokumentasi, aman, dan mudah ditelusuri.

“Kita ingin membangun budaya kerja yang semakin digital. Dengan SRIKANDI, proses persuratan dan pengelolaan arsip dapat dilakukan lebih efektif, sekaligus mendukung terwujudnya pemerintahan yang modern, transparan, dan akuntabel,” lanjutnya.

Erwan juga mengapresiasi antusiasme aparatur Kecamatan Lamposi Tigo Nagori dalam mengikuti Bimtek. Menurutnya, dukungan dari kecamatan dan kelurahan menjadi bagian penting dalam memastikan implementasi SRIKANDI berjalan secara serentak dan optimal.

Sementara itu, Camat Lamposi Tigo Nagori, Atemugiarae, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh yang telah memberikan pendampingan secara langsung kepada jajaran kecamatan dan kelurahan.

Ara menilai bahwa Bimtek tersebut sangat membantu aparatur dalam memahami penggunaan SRIKANDI, terutama dalam menghadapi perubahan mekanisme kerja menuju sistem administrasi pemerintahan berbasis digital.

“Kami sangat berterima kasih atas pembinaan dan pendampingan yang diberikan. Bimtek ini sangat membantu kami dan teman-teman di kelurahan untuk lebih memahami SRIKANDI. Kami tentu mendukung penerapan ini dan berharap ke depan dapat semakin lancar dalam pelaksanaannya,” ujar Ara.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta mengikuti materi dan praktik penggunaan aplikasi dengan aktif, termasuk memahami alur pengelolaan naskah dinas secara elektronik dan proses persuratan melalui SRIKANDI.

Bimtek ini juga menjadi momentum untuk menyamakan pemahaman antara kecamatan dan kelurahan dalam penerapan tata kelola arsip elektronik. Dengan pemahaman yang sama, diharapkan proses penerapan SRIKANDI dapat berjalan lebih efektif serta meminimalkan kendala dalam pelaksanaan di lapangan.

Melalui kegiatan pembinaan dan Bimtek yang dilakukan secara berkelanjutan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh berkomitmen untuk terus mendampingi perangkat daerah dalam memperkuat implementasi SRIKANDI.

Empowering the Future, Digitalizing Governance. Dengan arsip yang tertata, proses kerja yang semakin efektif, dan aparatur yang semakin siap menghadapi transformasi digital, Pemerintah Kota Payakumbuh terus bergerak menuju tata kelola pemerintahan yang modern dan pelayanan publik yang semakin berkualitas. Arsip Tertata, Layanan Berkualitas, Payakumbuh Semakin Digital. (Syafrianto.I)


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *