
Payakumbuh — Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Konten Budaya Lokal Tahun 2026 di Studio Lantai III Perpustakaan Umum Daerah Kota Payakumbuh, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas masyarakat untuk mendokumentasikan sekaligus mempromosikan kekayaan budaya lokal melalui karya tulis yang informatif, edukatif, dan menarik.
Bimtek tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Payakumbuh yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Elfriza Zaharman. Kegiatan diikuti oleh 44 peserta yang terdiri dari guru, siswa, aparatur sipil negara, serta pegiat literasi dari berbagai komunitas di Kota Payakumbuh.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh, Erwan, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan berpedoman pada Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan dan didukung melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Bidang Perpustakaan Tahun Anggaran 2026 sebagai bagian dari Program Pembinaan Perpustakaan.
Menurut Erwan, budaya lokal akan tetap hidup apabila terus didokumentasikan dan diwariskan melalui berbagai media, salah satunya melalui tulisan yang berkualitas.
“Pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui dokumentasi, tetapi juga harus disampaikan dalam bentuk tulisan yang menarik dan mudah dipahami masyarakat. Melalui bimtek ini, kami ingin meningkatkan kapasitas para peserta agar mampu menghasilkan konten berbasis kearifan lokal yang berkualitas serta mampu memperkenalkan budaya Payakumbuh kepada masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membekali peserta dengan teknik riset dan penulisan konten budaya lokal, meningkatkan kemampuan menghasilkan tulisan yang informatif dan sesuai kaidah kepenulisan, sekaligus membangun jejaring penulis yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya daerah.
Untuk memperkaya wawasan peserta, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menghadirkan tiga narasumber yang memiliki pengalaman di bidang kepenulisan dan pelestarian budaya, yakni Yulfian Azrial, Lindawati, dan Feni Efendi.
Sementara itu, saat membacakan sambutan Wali Kota Payakumbuh, Elfriza Zaharman menegaskan bahwa budaya lokal merupakan identitas yang harus dijaga, dilestarikan, dan diperkenalkan kepada generasi muda melalui berbagai media yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Kekayaan budaya yang kita miliki, mulai dari adat istiadat, kuliner, tenun, seni tradisi hingga nilai-nilai kearifan lokal, merupakan identitas yang harus terus kita lestarikan. Di era digital seperti sekarang, salah satu cara terbaik menjaganya adalah dengan mendokumentasikan dan menyebarluaskannya melalui tulisan yang berkualitas,” ujar Elfriza.
Ia juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperdalam ilmu, berdiskusi, dan menggali pengalaman dari para narasumber agar mampu menghasilkan karya yang tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan mampu memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya daerah.
“Ikutilah kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Jadikan setiap materi sebagai bekal untuk melahirkan karya-karya terbaik yang dapat memperkenalkan budaya lokal Payakumbuh kepada masyarakat luas sekaligus menjadi warisan pengetahuan bagi generasi mendatang,” pesannya.
Menutup sambutannya, Elfriza menyampaikan sebuah pantun sebagai penyemangat bagi seluruh peserta.
Ke Payakumbuh membeli tenun,
Singgah sejenak di tepian nagari.
Mari lestarikan budaya dengan pantun dan tulisan,
Agar tetap lestari sepanjang hari.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Payakumbuh berharap semakin banyak lahir penulis-penulis yang mampu mengangkat potensi budaya lokal ke ruang publik. Dokumentasi budaya yang baik diharapkan tidak hanya menjadi arsip pengetahuan, tetapi juga menjadi media promosi yang memperkuat identitas daerah serta mendukung peningkatan literasi masyarakat di Kota Payakumbuh (Syafrianto,I)
0 Komentar